Nyablon, Yuk!

Sablon atau serigraph, alias screen printing, alias silk screening, yang di Indonesia dikenal sebagai cetak saring, adalah seni yang sarat manfaat. Sebagai hobi lumayan asyik, dijadikan tambang uang juga layak! Salah satu cara mudah yang cukup powerful adalah teknik photo emulsion. Sekali membuat master bisa dipakai berulang kali di atas berbagai materi.

MATERIALS

Ini beberapa stuff yang perlu disiapkan untuk memulai menekuni silk screening:

  • DIAZO PHOTO EMULSION
  • DIAZO PHOTO EMULSION REMOVER (UNTUK MENCUCI SCREEN JIKA INGIN MENGULANG DARI AWAL)
  • SILK SCREEN UKURAN 8”X10” ATAU SESUAI KEBUTUHAN
  • RAKEL (SQUEEGEE)
  • KACA SEUKURAN SAMA DENGAN SCREEN
  • TINTA SABLON
  • 2  LAMPU MEJA (TASK LIGHT) DENGAN @ LAMPU PIJAR 150 WATT
  • KERTAS TRANSPARAN KHUSUS FOTOKOPI DAN PRINTER LASER B/W ATAU BISA JUGA PAKE KERTAS KALKIR, YANG BIASA DIPAKE ANAK-ANAK TEKNIK
  • KARTON TEBAL UNTUK MERENTANGKAN KAOS. BISA JUGA DIGUNAKAN MATERI LAIN DENGAN PERMUKAAN RATA YANG DAPAT DISELIPKAN KE DALAM KAOS
  • KIPAS ANGIN

DESAIN

Sebagai langkah awal, coba dulu dengan desain satu warna yang sederhana. Desain bisa dibuat secara digital (coreldraw, illustrator, dll). Bisa juga dengan cara memindai (scanning) gambar ke dalam komputer. Cetak desain dengan printer laser B/W diatas kertas transparancy, kalkir juga boleh. Bagi yang memiliki skill menggambar segara freehand, tinggal tuangkan desain langsung diatas kertas transparan atau kertas kalkir dengan menggunakan tinta India. Singkatnya, kita sebut bagian ini sebagai “klise”, seperti negatif foto, hanya saja, untuk keperluan sablon dibuat sesuai dengan gambar yang dikehendaki alias positif.

Tips:

  • Sebagai pengganti kertas kalkir, coba kertas hvs yang dilumuri putih telur. Kadangkala, saya menggunakan print-out kertas hvs yang dilumuri minyak sayur, hasilnya memang mirip kalkir.
  • Agar bagian hitam pada klise benar-benar solid, pastikan dengan menggunakan 2 lembar klise yang ditumpuk simetris, lekatkan dengan isolasi bening.

Usahakan membuat desain yang kontras. Garis-garis yang memiliki cukup ketebalan lebih aman untuk proses cetak.

Hati-hati dengan bidang dalam gambar yang lebih luas. Selain memakan lebih banyak tinta, terkadang hasil sablonan di atas kaos akan mengalami keretakan setelah beberapa kali pencucian.

MENYIAPKAN SCREEN

1.      Lapisi permukaan screen dengan photo emulsion (Campuran diazo dengan perbandingan yang sesuai dengan petunjuk penggunaan). Sapu dengan rakel hingga rata di kedua sisinya. Hindari lapisan yang menggembung, lapisan yang tidak rata bisa mengganggu proses pengeksposan dan hasil akhirnya pun kurang sempurna. Semakin tebal lapisan emulsi, semakin lama waktu yang diperlukan dalam proses pengeksposan. Asalkan terhindar dari cahaya matahari secara langsung, tahapan pengerjaan ini boleh dilakukan di tempat yang terang dengan cahaya lampu.

Sebelum memulai proses pengeksposan, lapisan emulsi harus sudah benar-benar kering. Pengeringan wajib dilakukan dalam ruang gelap. Letakkan screen di atas permukaan yang rata, usahakan agar lapisan emulsi tidak terganggu. Pastikan kedua permukaan screen mendapatkan aliran udara agar kedua sisi mengalami tingkat kekeringan yang prima. Boleh dibantu kipas angin dengan aliran udara yang cukup. Proses ini akan memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam tergantung suhu.

2.      Masih di dalam kamar gelap. Setelah lapisan emulsi benar-benar kering, letakkan screen dengan dasar menghadap ke bawah. Letakkan klise di tengah bidang screen secara simetris. Lalu letakkan kaca diatasnya. Peletakkan kaca di atas klise dimaksudkan agar klise benar benar menempel rata pada permukaan screen. Jika tidak, hasil eksposan akan memiliki tepian yang tidak rapi (fuzzy).

Sumber cahaya ditempatkan kurang lebih 30 cm di atas screen. Arahkan cahaya tegak lurus menyinari seluruh bidang desain. Untuk hasil yang maksimal, gunakan dua buah sumber cahaya sekaligus, letakkan bersebelahan. Aturan pada tahap penyinaran bisa diperoleh dari panduan penggunaan zat pengemulsi. Lamanya penyinaran bervariasi, tergantung temperatur lampu dan luas bidang screen. Biasanya 30 menit. Bisa juga dilihat, jika lapisan emulsi berubah warna hijau tua artinya zat tersebut sudah benar-benar terpanggang cahaya lampu.

3.      Selesai pada tahap pengeksposan, selesai juga pekerjaan di ruang gelap. Cuci bagian emulsi yang tidak terkena sinar pada screen di bawah air yang cukup deras. Boleh dengan air panas. Jika aliran air dari kran di bak cuci kurang deras, atasi dengan bantuan “nozzle” khusus seperti slang penyiram halaman. Pencucian screen boleh dilakukan dengan bantuan basuhan tangan. Pada pencucian dengan air panas, lapisan emulsi akan menjadi kental (gummy), jangan sampai terkena goresan kuku, lapisan emulsi bisa mengelupas dan pekerjaan ini harus kembali dari awal. Untuk mengeringkan screen, cukup diletakkan di tempat terbuka. Kain (moneel) pada screen cepat mengering.

4.      Screen sudah siap, cobalah terlebih dahulu diatas kertas atau media yang mirip dengan bahan yang akan disablon. Pastikan bidang yang akan disablon cukup rata dan benar-benar rapi. Letakkan screen mendatar, tuangi (atau gunakan spoon) tinta secukupnya sepanjang bidang gambar. Jangan sampai tinta menetes di permukaan yang bergambar desain. Dengan satu tangan (atau bantuan orang lain) letakkan screen di atas bidang yang akan disablon. Sapu tinta dengan rakel (squeegee) dari atas ke bawah dengan sedikit tekanan. Tinta akan menyebar di atas screen sepanjang jejak rakel. Angkatlah screen tegak lurus menjauhi bidang dengan sangat hati-hati. Hasil sablonan sudah bisa dinikmati. Sambil melatih dan menemukan cara menyapu dengan rakel, cobalah beberapa kali di atas kertas.

5.      Setelah puas berlatih, penciptaan karya sablun yang sesungguhnya dimulai. Siapkan screen yang sudah bersih, tuangi tinta, letakkan diatas kaos yang sudah diselipi karton tebal didalamnya agar tinta tidak menembus bagian yang tidak dikehendaki, tebarkan tinta dengan sapuan rakel, angkat screen, dan…. Tadaaa… jadilah kaos bergambar yang tak ada duanya di dunia!

Keringkan hasil cetakan, biasanya memakan waktu tak lebih dari 30 menit. Jika tak akan dipakai lagi, segera cuci screen Anda dari tinta, tinta sablon lumayan cepat mengering. Screen yang telah dibuat bisa dipakai hingga 100-200 kali penyablonan diselangi pencucian sesering mungkin untuk menghindari tinta menyumbat desain pada screen. Oya, tinta tekstil kebanyakan bisa larut dengan air.

Selamat mencoba!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s